Waktu terus berjalan, Bumi terus berputar..
Begitu cepat semua berlalu
Bagaikan kedipan mata yang begitu singkat.
Pilihan-pilihan mendatangi pikiran,
Saran-saran bermunculan.
Sungguh tak mudah
Jika mengambil pilihan #P
Benar-benar harus memiliki komitmen dan harus berani bertanggung jawab atas pilihan sendiri
Rasanya, semakin dekat dengan pilihan itu
Semakin Semangat meraih pilihan itu
Meski, banyak yang mengira pilihan #P bukanlah apa-apa
Tak sepadan dengan PTN!
Benar memang, karena itu bukan PTN,
melainkan tempat berbagi ilmu juga kasih sayang
diatas nama Illahi..
Pandangan sukses setiap orang memang berbeda.
Sukses bagi saya adalah bagaimana diri kita bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat atas nama Illahi, serta mendapat sebuah keluarga yang penuh dengan kasih sayang, bukan “banyak harta”.
Bagaimana sukses menurut anda?? Andalah yang tau jawabannya.
Kutitipkan rindu padamu, rindu ketika masa itu„ kala itu„
Kutitipkan salam padamu, salam terhangat dari diri ini..
Entah kapan rindu dan salam itu dapat dipersatukan dalam pertemuan indah denganmu..
Semoga hari yang ditentukan itu datang menjemputku untuk bertemu denganmu..
Aamiin..
See U… sahabat-sahabat di spiderman cafe.. haha..
Dalam keadaan normal tubuh kita mendapatkan energi dan nutrisi dari luar tubuh melalui makanan, minuman dan radiasi. Ketika kita puasa disiang hari, dimana tidak ada asupan makan, aktifitas dan gerak kita akan membakar energi hingga habis.
Pertama-tama energi akan diperoleh dari glucosa hasil makan (sahur), setelah habis, energi diperoleh dari glicogen dalam darah. Bila kandungan glicogen berkurang, otak menyatakan lapar lalu menyuruh kita makan. Bila kita sedang berpuasa otak akan otomatis menghidupkan PROGRAM AUTOLISIS.
Semua makhluk hidup di bumi dibekali dengan sistem (fithrah) autolisis yang khas:
- Pohon berpuasa dengan menggugurkan daun
- Rumput dan biji berpuasa dengan berhenti tumbuh (dorman)
- Beruang berpuasa selama musim dingin
- Buaya berpuasa (aestivasi) selama musim panas
- Ikan paus dan burung berpuasa ketika bermigrasi
- Ikan salmon, pinguin, berpuasa ketika musim kawin
- Kuda, kucing, berpuasa ketika terserang penyakit hingga sembuh
Ketika autolisis diaktifkan, maka ia segera beraksi. Autolisis akan mencari database rancangan dasar (fithrah) manusia. Secara keseluruhan ada sekitar 50 trilyun sel penyusun tubuh yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel. Berbekal data detail setiap sel autolisis menjelajah seluruh tubuh.
Autolisis mengerti bagaimana seharusnya kondisi sehat dari setiap jenis sel, dibagian tubuh mana seharusnya sel itu berada, dan berapa banyak jumlah dari tiap jenis sel yang ideal bagi tubuh.
Ia akan menghampiri sel-sel liar yang tidak terdapat dalam daftar fithrah, mengubah asam amino dan gula. Bila sel-sel liar habis, ia akan mendatangi timbunan lemak dalam tubuh dan membakar (oksidasi lemak) menjadi keton.
Dengan demikian Autolisis akan menghilangkan sel-sel rusak, sel sel mati, BENJOLAN hingga TUMOR serta timbunan lemak yang sering menjadi sarang zat beracun (baca:penyakit).
Sel-sel liar dan lemak yang telah dihancurkan akan dibawa ke Hati. Saat kita puasa, hati tidak disibukkan oleh hasil serapan dari Usus. Oleh karena itu hati akan bekerja penuh menyaring RACUN-RACUN hasil AUTOLISIS. Selanjutnya RACUN akan dibuang keluar tubuh. Disinilah proses DETOKSIFIKASI (pengeluaran racun/penyakit) terjadi.
Ketika berpuasa darah juga akan dipenuhi energi dan nutrisi yang sehat dan berkualitas tinggi, sehingga penggantian sel mati, perbaikan sel rusak, dan pembentukan sel baru, terjadi dengan kualitas prima.. Tubuh kita segera memiliki sel- sel baru dengan kualitas fithrah, sehat dan berfungsi baik kembali.
Ketika kita berpuasa, energi yang dihemat dari sistem pencernaan, akan digunakan untuk aktifitas sistem kekebalan tubuh dan proses berpikir oleh otak. Oleh karena itu dengan puasa penyakit lebih mudah disembuhkan dan kita lebih mudah menerima pelajaran maupun saat berpikir.
Namun dibalik semua itu, rahasia kemampuan autolisis terletak pada NIAT. Autolisis hanya akan aktif bila kadar glicogen darah berkurang dan otak menyimpulkan kita lapar dan harus makan namun kita berniat tidak makan alias BERPUASA. Autolisis tidak akan terjadi ketika tidak niat berpuasa. Inilah salah satu RAHASIA besar berpuasa…
Secara sederhana autolisis adalah sistem automatisasi dalam tubuh yang memformat ulang kondisi tubuh ke kondisi ideal.
Jika kita perhatikan uraian diatas, maka amat mengena sekali sabda Rasulullah SAW : Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan puasa Romadhan dan aku telah mensunnahkan menegakkan shalatnya (terawih), maka barangsiapa berpuasa dan menegakkannya mengharapkan ridho Allah SWT maka keluar dari dosa-dosanya seperti hari ibunya melahirkannya. (HR. Imam Ahmad, Nasai , Ibnu Majh).
Mengapa Puasa Dibatasi Subuh sampai Maghrib? Produksi Enzim oksidasi asam lemak dalam tubuh terbatas dan akan habis bila kita berpuasa 16 jam. Bila kita memaksakan diri berpuasa maka kadar asam lemak dalam darah meningkat sehingga menyebabkan otak kita membengkak, pusing bahkan bisa menyebabkan koma. Oleh karena itu makan sahurlah mendekati imsyak dan segeralah berbuka waktu masuk waktu maghrib. Jadi kurang lebih kita berpuasa 13 - 14 jam. Subhanallah, 1400 tahun lalu Rosulullah pernah mengajarkannya pada kita.
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur.” (HR. Ahmad)
Maafkanlah segala khilaf yang telah kita lewati„ telah membawamu kedalam jalan yang melupakan Tuhan„Kita memang harus berpisah tuk menjaga diri, untuk kembali arungi hidup dalam ridla Illahi… #Tashiru-Maaf Tuk Berpisah..
haha, jadi inget masa lalu, lagu yang pernah terkirim pada orang yang tak tepat…
Apa kabar Cinta?
Melalui surat ini, kusampaikan padamu, bahwa aku masih menunggu dengan setia dan penuh kerinduan, dalam malam-malam yang penuh doa.
Beberapa kali seseorang hadir dalam episode hidupku (dan tahukah sayang… aku mengira itu kamu). Hanya suratan takdir kemudian yang membuatku sadar, kau belum lagi singgah dalam hidupku.
Cinta…
Usia memang meninggalkan jejak pada diriku. Tapi semoga iman di dada, bisa membuatmu melihat cahaya dalam diriku.
Percayalah, tidak ada yang berubah dalam hari-hariku. Aku masih muslimah yang sama yang menunggu ehadiranmu.
Dan sambil menunggu, perkenankan aku membaca kisah sejati perjuangan muslimah-muslimah lajang sepertiku dalam menemukan jodoh mereka. Semoga seperti mereka, aku bisa memperoleh kekuatan dan energi kesabaran hingga kau meminangku, suatu hari nanti…
Salam sayang
Jodoh Cintamu
Jodoh Cinta-Kinoysan